Home / Serba-Serbi / Silahturahmi RT-RW se-Kota Batam Guna Tampung Aspirasi Masyarakat
Sambutan Rudi menjawab aspirasi RT-RW dalam silahturahmi RT-RW sekota Batam sabtu (15/4) dan minggu (16/4) lalu.

Silahturahmi RT-RW se-Kota Batam Guna Tampung Aspirasi Masyarakat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Untuk menampung aspirasi masyarakatnya, pemerintah kota Batam menggelar silahturahmi RT-RW sekota Batam 2 hari berturut-turut, sabtu (15/4) di alun-alun Engku Putri Batam Centre, dan minggu (16/4) di Mall TOP 100 Tembesi Batu Aji, pukul 20.00 yang dimeriahkan oleh kehadiran presenter sekaligus komedian kondang Tukul Arwana, serta penyanyi dari ibukota seperti Megghi Diaz dan Nita Thalia, serta Trio Ambisi dari Medan.

Hadir walikota Batam H. Muhammad Rudi, SE, MM, wakil walikota Batam Amsakar Achmad, S. Sos, M. Si, sekda kota Batam Jefridin Hamid, danyon, lanal, wakapolres, camat sekota Batam, serta RT-RW dari 12 kecamatan sekota Batam, dan juga masyarakat Batam.

Adapun silahturahmi di Engku Putri, perwakilan RT-RW yang menyampaikan aspirasi ditunjuk dari 5 kecamatan, yakni Batam Kota, Lubuk Baja, Batu Ampar, Bengkong dan Nongsa.

Permasalahan yang dikeluhkan dari masing-masing RT-RW perwakilan kecamatan tersebut antara lain, dari Batu Ampar meminta UWTO dihentikan, pemerintah kota Batam ikut memelihara kampung tua, kemudian curhat masalah kenaikan listrik, dan mengeluhkan banjir yang masih sering melanda di 4 RW di kecamatan Batu Ampar.

RW kecamatan Nongsa memuji kemajuan pembangunan yang signifikan di Batam, terutama pembangunan infrastruktur. Dari Bengkong, menurunkan tarif listrik karena banyak UKM disitu tak kuat bayar kenaikan sewa atas kenaikan listrik, kalau bisa minta dibatalkan kenaikannya. Sedangkan RW Tanjung Buntung meminta agar status lahan disana diperjelas, serta mengeluhkan listrik dan sampah bisa diberikan kebijakan. Untuk Lubuk Baja, sama dengan aspirasi yang lain.

Sedangkan di Mall TOP 100 Tembesi, 7 perwakilan RT-RW dari 7 kecamatan, yakni Sagulung, Sekupang, Batu Aji, Bulang, Galang, Sungai Beduk dan Belakang Padang.

Dari Sagulung meminta untuk hapuskan UWTO atau bubarkan BP Batam, masalah kenaikan TDL, walikota diminta agar kembali menyurati gubernur untuk menurunkan tarifnya. Dari Sekupang tak ada tuntutan sama sekali, hanya minta agar pemerintah meningkatkan kepeduliannya kepada masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Meminta agar kedepannya silahturahmi seperti saat ini bisa dilanjutkan. Sedang dari Bulang, meminta kebijakan masalah reklamasi, penutupan sungai sehingga menutup mata pencaharian nelayan untuk mencari udang, ketam, dan ikan sehingga dari Bulang meminta agar pemerintah menyikapi masalah tersebut.

Sedangkan dari Sungai Beduk meminta agar disekitaran jalan dan pemakaman di Sungai Beduk diberikan lampu jalan, PBB diberikan pengampunan sehingga bisa dibuka kembali pembayaran PBB sesuai survei ulang kondisi terbaru, 3 titik kampung tua untuk diselesaikan.

Dari galang meminta kejelasan status quo lahan, agar statusnya diambil alih pemerintah kota Batam, tidak dibawah kepemilikan BP Batam, sehingga masyarakat hanya dikenakan wajib pajak PBB, tidak lagi membayar sewa UWTO. Galang mengeluh dari seluruh wilayah di NKRI, hanya Galang yang tidak bisa memiliki sertifikat tanah, sehingga meminta agar tak lagi mereka dipetak-petakkan status lahannya.

Batu Aji meminta agar 2 periode sekali selalu ada silahturahmi seperti ini sehingga segala unek-unek warganya tersampaikan dan meminimalisir demo yang terjadi di masyarakat. Dari Belakangpadang menyampaikan bahwa Belakangpadang merupakan pulau terluar dari Indonesia meminta agar pasokan barang dari Batam tidak mengalami hambatan, dan tetap melanjutkan pembangunan di Belakangpadang.

Amsakar menyampaikan agar masyarakat lebih bijak menyikapi segala sesuatu yang muncul di media sosial maupun massa, dan kegiatan silahturahmi seperti ini bisa menjadi satu jembatan penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Mengenai masalah UWTO, sudah diperbincangkan diberbagai kesempatan dengan pejabat terkait hingga ke mendagri, namun kebijakan itu datangnya dari pusat.

Ia menyampaikan bahwa status lahan quo seperti Rempang Galang akan segera diselesaikan oleh RI-1. Janji dari RI-1 Rempang Galang akan dibuat menjadi lahan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), sedangkan selain Rempang Galang akan diatur pemerintah kota Batam.

Masalah kenaikan TDL, Amsakar mengatakan walikota telah menyurati gubernur menanyakan tentang kebijakan tersebut untuk dikaji ulang. Senin (17/4) lalu Rudi telah menandatangani surat pemanggilan pihak PLN untuk menanyakan tentang kenaikan listrik tersebut.

Dalam hal ini Amsakar mengingatkan pencapaian kinerja walikota bersama dirinya untuk memenuhi janji politik mereka dulu. Infrastruktur, pemberian beasiswa kepada siswa yang diterima di PTN, pemberian anggaran di tiap kecamatan sebesar 1 milyar, ia mengatakan janji mereka yang belum terpenuhi adalah pemekaran kecamatan dan kelurahan.

Terakhir, Rudi menyampaikan ia pun tak akan tinggal diam dengan keputusan gubernur mengenai kenaikan TDL yang dinilai sangat memberatkan masyarakat yakni sebesar 45,4%, sehingga bila PLN berkeras tetap menetapkan kenaikan listrik tersebut, maka ia mengajak RT-RW pun turut turun guna mengkaji ulang kebijakan tarif listrik kepada PLN. Rudi juga menyampaikan akan menjadikan Batam menjadi kota pariwisata untuk mendongkrak pemasukan APBD, sehingga infrastruktur akan ia selesaikan secepatnya. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *