Home / Peristiwa / Seputar Lawatan Prof. DR. Ing B.J. Habibie ke Batam
Habibie dalam sambutannya menjawab aspirasi para pembangun usaha Batam di lawatan pertemuannya dengan Kadin Kepri jumat (28/4/17) kemarin.

Seputar Lawatan Prof. DR. Ing B.J. Habibie ke Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kota Batam kembali dikunjungi oleh Presiden RI ke 3, Prof. DR. Ing B.J. Habibie selama 4 hari, rabu (26/4/17) hingga sabtu (29/4/17).

Membawa misi inspirasi, kunjungan dinas, wisata dan edukasi, hari pertama, Habibie meresmikan RS. Soedarsono Darmosoewito Kabil. Kemudian nonton bareng (nobar) filmnya “Rudy Habibie” dengan para siswa sekolah Kartini Batam (SMP, SMA, dan SMK) dengan total 800 tiket terjual yang mana ketua dan pembina YKB Srie Soedarsono, saudara kandung Habibie membooking hingga 4 blok cinema XXI Mega Mall Batam Centre untuk nonton bareng tersebut.

Sebelum nobar, Habibie berpesan agar segala bentuk perfilman yang ada khususnya bagi anak-anak dan remaja bisa diupayakan penyajian film-film yang edukatif dan inspiratif, bukan film yang menampilkan cerita semu, fiktif yang tidak cocok untuk tumbuh kembang pola pikir anak.

Di hari kedua, Habibie meresmikan kantor PMI Batam, disusul menghadiri pembukaan baksos operasi katarak gratis 10.000 mata di RS. Budi Kemuliaan (RSBK) pada pukul 11.00. Usai dari RSBK, beliau beringsut menuju BP Batam pada pukul 13.00 yang langsung ditemui oleh Dirut BP Batam, Hatanto Reksoediputro, disusul pukul 15.00 bertemu dengan seluruh pegawai BP Batam.

Pukul 16.30 kembali menuju cinema XXI Mega Mall untuk nobar film keduanya “Habibie Ainun” dengan para guru sekolah Kartini, dan malam hari menggelar makan malam di Hotel Radisson Batam.

Hari ketiga, pukul 09.30 kembali mengadakan pertemuan dengan pihak BP BATAM serta wawancara eksklusif di Turi Beach View, dilanjutkan mengunjungi Cinema Studio Nongsa pukul 13.30, lalu menuju ke industri terpadu Kabil bertemu dengan Chris Wiluan, owner PT Citra Tubindo.

Sore hari pukul pukul 17.00 menuju Harris Hotel Batam Centre didampingi ketua dan pembina YKB Srie Soedarsono untuk menghadiri pertemuan dengan pihak Kadin Kota Batam.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh asisten 2 provinsi Kepri Samsul Bahrum, wakil walikota Amsakar Achmad, S. Sos, M. Si, ketua DPRD kota Batam Nuryanto, SH, MH, ketum kadin Kepri Suryo Bambang Sulisto, serta beberapa perwakilan dari UKM, REI, Usaha Jasa Kepelabuhanan, dan Shipyard Batam.

Dalam kesempatan sambutannya, Suryo menyampaikan unek-uneknya terkait lesunya usaha dan perekonomian di Batam, hingga pihak Menlu Singapura beberapa waktu lalu mengatakan kinerja BP Batam memburuk, namun hal itu, dikatakannya, dibantah oleh kepala BP Batam Hatanto, yang mengatakan perekonomian Batam tak tergantung dengan Singapura. Sehingga dalam kesempatan lawatan Habibie, Suryo beserta perwakilan pembangun usaha lainnya meminta petunjuk dari sang inspirator dirgantara dan industri tersebut.

Dijawab oleh Habibie, bahwa dulu pada masa ia menjabat sebagai wakil presiden, Batam mengalami perkembangan luar biasa dalam segmen bisnis, siapapun yang hendak masuk ke Batam harus sudah memiliki rencana kerja. Ia pun mengingatkan bahwa Indonesia ini kaya akan SDM alam, budaya dan manusianya, seharusnya bisa dikembangkan lebih besar untuk kemaslahatan rakyatnya, terutama Batam. Batam harus menjadi ujung tombak kemajuan yang modern bagi Indonesia. Habibie menegaskan bahwa pemerintah tak pernah memikirkan UKM, sebab pemerintahan ingin sesuatu yang lebih dari sekedar UKM.

Dulu pada masa kecilnya, tak ada internet, sulit untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sehingga ia menegaskan segala kemudahan akses komunikasi saat ini mustinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan.

Pembangunan 6 jembatan di Indonesia selama ini pun Habibie merogoh kocek pribadinya, tidak mengambil dari anggaran pemerintah. Pekerja asing yang bekerja saat itu pun diberikan perumahan dan diberi masa tinggal 9 bulan saja, tidak dalam jangka waktu yang panjang. Segala investasi yang bisa dikembangkan di Batam, harus berpedoman pada kemaslahatan rakyat, bukan malah memberatkan.

Pertumbuhan properti di Indonesia umumnya pun bisa dioptimalkan bagi kepentingan masyarakat lokal. Untuk masyarakat lokal yang telah memberikan darma baktinya pada negara dengan pajak dan usahanya, bisa mendapatkan akses tinggal nyaman dengan harga sewa murah.

Di akhir sambutannya, Habibie dengan tegas mengatakan “jawablah sendiri segala pertanyaan anda” kepada para pembangun usaha yang hadir sore itu. “Duduk bersama, diskusi sama-sama apa yang mesti dilakukan untuk membangun kembali Batam,” tutupnya.

Dan hari ke empat, Habibie menutup lawatannya dengan berwisata ke pintu 1 jembatan Barelang. (dian)

Rangkaian lawatan Prof. DR. H. Ing B.J. Habibie selama di Batam rabu (26/4/17) – sabtu (29/4/17).

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *