Home / Pendidikan / Sekolah Berpayungkan Permendikbud 17, Masyarakat Resah
Suasana antrian PPDB di SMPN 4 Batam.

Sekolah Berpayungkan Permendikbud 17, Masyarakat Resah

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP Negeri reguler dibuka senin (3/7/17) hingga rabu (5/7/17) pukul 08.00 hingga 12.00.

Di SDN 01 Batam Kota, dibuka 4 kelas, hari pertama, sekolah menyediakan nomor antrian sebanyak 100 pendaftar, hari selasa 80 pendaftar, rabu 50 pendaftar, dan pendaftar tidak ditentukan kriteria apapun.

“Keputusan penerimaan hari kamis (6/7/17), dan tanggal 7 dan 8 juli daftar ulang,” ungkap Yanti, ketua panitia PPDB SDN 01 Batam Kota.

Hari pertama masih sama, ujarnya, para pendaftar antri mulai subuh.

“Hingga hari ketiga justru tak banyak pendaftar, mestinya tak perlu mengantri dari subuh,” kata Yanti.

Di saat yang sama, anggota komite SDN 01 Batam Kota Zul mengeluh meminta pengadaan buku, ia mengatakan sulitnya tak ada buku, pengeluaran untuk fotokopi soal-soal mapel menghabiskan lebih banyak biaya daripada bila ada buku.

“Tanpa buku, anak jadi malas belajar,” sergahnya.

Kepsek SDN 01 Batam Kota Yendri Sarman menanggapi sekolah tetap akan berpayungkan permendikbud no. 17 tahun 2017 tentang tak ada laginya pungutan apapun dari sekolah.

“Kalau memang itu menurut orang tua lebih baik ada buku, orang tua bisa mencari buku di luaran, sekolah tetap tak menyediakan, begitu pula dengan seragam,” tegasnya.

Di SDN 05 Sei Beduk sebanyak 144 siswa diterima, termasuk 2 siswa tinggal kelas. Usia siswa yang diterima 8 tahun hingga 6 tahun 7 bulan 29 hari.

Sedangkan di SMPN 4 Batam, buka sebanyak 9 kelas di PPDB tahun ini, yang mana per kelasnya memuat 32 siswa.

“Nilai US kelas 6 tahun ini kecil, terendah yang masuk mendaftar hingga hari ketiga adalah 66, hari pertama yang daftar online sebanyak 21 pendaftar, sisanya manual, pengumuman tanggal 6 juli, daftar ulang tanggal 7-8 juli, ” ungkap Desmizar, kepsek SMPN 4 Batam kepada Hangtuah Pos, rabu (5/7/17).

Kata Desmizar, bagi pendaftar manual sudah disediakan nomor antrian perharinya sebanyak 200 nomor, dan hingga hari ketiga sudah lebih dari 600 pendaftar.

“Pengawas dan dewan pendidikan, datang di hari kedua memantau jalannya PPDB. Yang diterima itu di ranking dari nilai, perankingan langsung hari ini (rabu 5/7/17, red), sistem 5% siswa bina lingkungan, 5% prestasi, 10% anak yatim dan miskin. Banyak orang tua yang meminta untuk pengadaan buku dan seragam, sekolah tetap mengacu pada ketentuan permendikbud nomer 17,” tegas Desmizar.

Lisda Listriana, ketua PPDB SMPN 4 Batam mengungkapkan hingga hari ketiga total pendaftar yang masuk yang baru mengembalikan formulir sebanyak 580 orang, yang masuk server 350 pendaftar, terakhir penginputan pukul 12.00, tergantung sistem karena sistem pun mengalami kelambatan,” ulasnya.

Antrian PPDB di SMPN 4 Batam dibatasi perhari 200 pendaftar, dan selama pendaftaran berjalan lancar dan tertib.

SMPN 4 dengan SMPN 30 merupakan satu rayon, beberapa pendaftar masih tak paham tentang hal itu sehingga ada yang memasukkan pendaftaran 2 kali, padahal secara otomatis bila sudah memasukkan pilihan ke salah satu sekolah, otomatis sekolah rayonnya akan terinput, kata Lis. Namun ada juga yang ngotot hanya ingin masuk SMPN 4 dan tak menuliskan SMPN 30 sebagai pilihan kedua.

“Itu kita tetap masukkan agar nanti bila anaknya tak diterima disini, dia langsung diterima di SMPN 30,”nterang Lis.

RT RW dalam hal ini dilibatkan untuk pendataan pendaftar siswa bina lingkungan, siswa tak mampu dan prestasi, sehari sebelum pendaftaran.

“Ada 2 pendaftar dari luar kota masuk kelas IX, untuk pra pendaftaran wajib mengurus database ke dinas pendidikan kota Batam lebih dulu, syarat bisa masuk sekolah reguler yang pindah rayon dari dinas mematok nilai minimal 85,” ungkap Lis.

Ia juga menyayangkan masyarakat yang masih tak mau mendaftar secara online karena merasa tak puas, dan menjadikan mendaftar secara manual sebagai pembacaan strategi suasana sekolah secara langsung. Himbauannya agar masyarakat lebih mendaftar mandiri lewat handphone kedepannya.

“Itu sebenarnya memudahkan masyarakat dan juga kami, tinggal nanti diprintkan lalu disetorkan ke sekolah untuk hasilnya, tak perlu ngantri berjubel di sekolah,” ujarnya.

Kesalahan data dikatakan Lis, banyak terjadi antara bet US dan SKHU sementara banyak terjadi dari SD swasta. Dan dari sortir terakhir hari kamis (6/7/17) nilai terendah yang diterima SMPN 4 Batam adalah 78. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *