Home / Pendidikan / Peringati Hari Kartini, SMK Kartini Undang Veteran Perang
Puteri Kaligis, veteran angkatan darat memberikan sambutan pada peringatan Hari Kartini di SMK Kartini Batam, jumat (21/4).

Peringati Hari Kartini, SMK Kartini Undang Veteran Perang

Kaligis: “Disediakan Gedung Juang sebagai kantor sekretariat para veteran perang yang tersisa di Batam, memberi nama khusus pada satu ruas jalan dengan nama ‘jalan veteran’, serta pantai Tanjung Pinggir agar diberi nama ‘pantai Dwikora’.”

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Ibu Kita Kartini merupakan sosok kebangkitan kaum hawa untuk berprestasi, pelopor perjuangan bangsa Indonesia berantas kebodohan untuk melawan penjajah asing. Untuk itu hari kelahirannya selalu diperingati untuk mengenang keberadaannya, perjuangannya, bagi bangkitnya bangsa Indonesia.

Maka jumat (21/4), SMK Kartini Batam secara khusus mengundang 5 orang veteran perang yang tergabung dalam organisasi Veteran kota Batam, mereka adalah Puteri Kaligis selaku ketua veteran kota Batam, wakil ketua veteran Endang Rukman, sekretaris H. Imam Subagio, FH. Winokan, dan Isni, EP, di peringatan Hari Kartini.

Para veteran kota Batam yang diundang SMK Kartini pada peringatan Hari Kartini.

Dalam sambutannya, Kaligis bercerita sekelumit pedihnya hidup di masa penjajahan, serba kekurangan dalam segala hal, dan tidak dibolehkannya perempuan bersekolah. Ia mengatakan perjuangan jaman sekarang lebih berat karena melawan pengaruh buruk dari negeri sendiri, khususnya untuk generasi muda. Ia berpesan agar para siswa SMK Kartini Batam tidak terjerumus untuk mencoba hal-hal yang merugikan diri sendiri seperti narkoba dan miras, terus belajar dan meraih prestasi.

Usai sambutan Kaligis, dilanjutkan dengan foto bersama, dan gelaran lomba antar siswa, yakni lomba fashion show dari pakaian recycle, vokal grup, dan menulis puisi yang diikuti para siswa kelas X-XI.

Dikonfirmasi Hangtuah Pos, Kaligis yang mengaku lahir 24 mei 1942 tersebut kembali mengulik sejarah kehidupannya kala masa penjajahan Jepang. Saat kemerdekaan, ia masih terlalu kecil untuk menyadari arti perjuangan, namun sudah menyadari sulitnya hidup kala itu.

Aksi siswa SMK Kartini Batam di lomba pakaian recycle dan vokal grup pada peringatan Hari Kartini.

Sebagai perempuan di masa itu yang tak boleh bersekolah, Kaligis mengaku bagaimanapun caranya agar ia bisa bersekolah meski harus meninggalkan tanah kelahirannya di Tabanan, Bali untuk menempa ilmu di Singaraja. Atas prestasi akademiknya, ia berhasil meraih beasiswa meneruskan sekolah hingga tingkat SGA (perguruan tinggi), pada waktu yang bersamaan ada panggilan bagi putri Indonesia untuk jadi tentara, maka terjunlah Kaligis untuk mendaftar.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini dan Hardiknas, SDN 07 Bengkong Gelar Lomba Spelling Bee Contest

Dari 200 pendaftar se provinsi Sunda Kecil, ia termasuk 3 orang yang lolos menjadi perwira, dan ditempatkan di pendidikan sebagai instruktur dan komandan peleton di tahun 1964. Pertengahan 1964 ia ditugaskan menjadi pemimpin sukarelawati di Jakarta, bermarkas di Cipete, menjadi komandan kompi membawa para sukarelawan lainnya bertugas dwikora. Dengan veteran lainnya, bapak-bapak dari angkatan laut, Kaligis dari angkatan darat mengatakan mereka secara tak sengaja bertemu di dewan pimpinan cabang dan akhirnya bergabung menjadi anggota veteran kota Batam.

Kaligis berpesan untuk generasi muda saat ini, agar mendalami falsafah Pancasila dan belajar yang serius. Selalu waspada dengan pengaruh yang negatif seperti narkoba. Terakhir, Kaligis mengatakan sejak tahun 1965 ia ke Batam (datang ke Duriangkang bertugas Dwikora), veteran tidak mendapat apapun hingga sekarang hanya agar mereka diketahui keberadaannya. Oleh karenanya, Kaligis meminta 3 hal kepada walikota Batam Muhammad Rudi terkait keberadaan veteran di Batam, dan juga sebagai pengingat bagi generasi muda, antara lain disediakannya Gedung Juang sebagai kantor sekretariat para veteran perang yang tersisa di Batam, memberi nama khusus pada satu ruas jalan dengan nama ‘jalan veteran’, serta pantai Tanjung Pinggir agar diberi nama ‘pantai Dwikora’.

“Di tanjung pinggir itulah dulu pasukan kami bermarkas dan moncong-moncong meriam dulu berada disitu,” ujarnya.

Ide mengundang veteran, kata kepsek SMK Kartini Batam Mujiono melihat lebih ke karakter siswa sekarang. “Mereka kan tidak tau perjuangan jaman penjajahan bagaimana, sehingga sikap mereka pun kurang mandiri, jadi siswa bisa belajar dari para veteran ini secara langsung yang betul-betul menjalani sulitnya masa itu,” jelas Mujiono. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Seleksi Terbuka Untuk Persiapan Calon Kadisdik Kota Batam Baru

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Per akhir april 2018, kadisdik kota Batam Muslim Bidin pensiun. Hingga pertengahan april …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *