Home / Serba-Serbi / Peningkatan Penginformasian Sosialisasi BKKBN di Batam dan Kepri
Forum pertemuan BKKBN Kepri dengan media massa dan pemerintah daerah dalam upaya sosialisasi dan pemerataan informasi tentang KB selasa (30/5/17) lalu.

Peningkatan Penginformasian Sosialisasi BKKBN di Batam dan Kepri

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Program Keluarga Berencana (KB) sangat diupayakan untuk meredam tingginya tingkat pertumbuhan populasi penduduk di Indonesia sejak lama. Di Batam dan Kepri, program KB ini justru masih belum banyak dilaksanakan masyarakatnya, tingginya tingkat populasi penduduk berdampak pula dengan pertumbuhan ekonomi menjadi tersendat-sendat. Untuk itu BKKBN provinsi Kepri gelar perjumpaan kemitraan dengan instansi pemerintah dan media massa lokal guna percepatan informasi pelaksanaan program KB hingga ke pelosok wilayah Kepri, selasa (30/5/17) bertempat di PIH Batam Centre.

Hadir kadis infokom Kkepri Guntur Sakti, sekretaris BKKBN Saifuddin, kepala perwakilan BKKBN provinsi Kepri Liantina Meiti, LPM Kepri, perwakilan BKWK, serta media massa lokal.

(kiri) Kepala perwakilan BKKBN Kepri Liantina Meiti (kanan) Kadis Kominfo provinsi Kepri Guntur Sakti saat jumpa pers.

Kepada pers, Lianti mengatakan pertemuan saat itu merupakan forum silahturahmi BKKBN dengan instansi pemerintah maupun media massa sebagai wujud tali kasih BKKBN untuk membangun Kepri menjadi lebih baik dengan peningkatan obyek pariwisata dan terkenalnya program kependudukan KB guna menekan laju pertumbuhan penduduk. Ia mengatakan bahwa sasaran informasinya terutama di kawasan Hhinterland Kepri, kapasitas pulau yang cukup banyak dan jauh sedangkan jumlah petugas BKKBN hanya 23 orang membuat penyampaian informasi tentang KB pun terkendala.

Dengan adanya sinergisitas BKKBN dengan media massa diharapkan ada peranan mitra kerja BKKBN menyampaikan dan memeratakan informasi tentang kependudukan dan pembangunan keluarga dan KB di Kepri menjadi jauh lebih baik hingga ke pelosok. Informasi KB antara jaman orde lama dan sekarang pun kata Lianti, sudah jauh berbeda. Informasi yang tidak merata serta peran pemerintah daerah yang berbeda seperti yang dituangkan RPJMD, masing-masing kiprah sudah ada, tinggal bagaimana meningkatkan fungsi mitra kerja.

“Jangankan masalah KB, pihak kominfo pun tadi menyampaikan kesulitannya bagaimana menginformasikan program pembangunan di Kepri ke kawasan Hinterland. Masih terbatasnya listrik sehingga menyulitkan penyampaian informasi,” ujarnya.

23 orang petugas lapangan KB tersebut hanya ada di Bintan dan Tanjungpinang. Dikatakan Lianti bahwa untuk menambah jumlah petugas perlu persetujuan pemerintah daerah dan sudah dimasukkan dalam RPJMN bahwa bila ingin program lebih meningkat perlu adanya petugas lapangan, sehingga saat ini pun mereka menunggu ijin dari pemerintah daerah yang merasa berkepentingan perlunya penambahan petugas lapangan KB, terutama di kawasan Hinterland. Petugas tersebut minimal S1 dan perlu diberikan pelatihan khusus dasar petugas lapangan KB.

Sedangkan kata Guntur, kominfo akan mempersiapkan portal yang sekarang sudah finalisasi, untuk membackup segala informasi dan kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah supaya program pemerintah tersebut sampai ke semua lapisan masyarakat. Kepri terutama, strategi yang akan dilakukan adalah penggunaan teknologi informasi, namun harus dipastikan akses telekomunikasinya ada, sehingga tercapai akses infomasi, sedangkan bila ingin program KB sukses hingga ke kawasan Hinterland, adanya akses telekomunikasi pun sangat berperan penting untuk menjangkau penyampaian infomasi, sehingga Guntur pun mengundang pihak provider telekomunikasi dalam upaya ini. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *