Home / Serba-Serbi / Pelantikan Pengurus Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Provinsi Kepri
Penyerahan bendera petaka PPI dari pihak PPI pusat kepada PPI Kepri tanda penyerahan mandat kelautan dan pelaut yang ada di Kepri.

Pelantikan Pengurus Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Provinsi Kepri

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sekaligus dalam rangka HUT Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) provinsi Kepri, digelar pelantikan pengurus organisasi tersebut yang berlangsung di aula PIH Batam, Sabtu (29/4/17), pukul 13.00.

Hadir Dinas sosial kota Batam Sadiman, Kadishub Jamhur, Kapolres kota Batam S. Saragih, dinas perikanan kota Batam Alwi, BPJS Ketenagakerjaan kota Batam Ahmad Sabani, Indorat Batam Azharsyah Lubis, dinas Polair Monhas dan Sutrisno, Dewan pembina DPD Kepri M. Al Ichsan, ketua umum DPP PPI Pusat Andri Yani Sanusi, Ketua DPD Kepri Andika, ketua dan staf LSM Gagak Hitam, dan seluruh pengurus PPI yang dilantik.

Usai tari persembahan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan struktur DPD PPI Kepri yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, diteruskan dengan penyerahan bendera petaka oleh ketua umum kepada ketua DPD Kepri. Usai potong tumpeng, dalam sambutannya Andri Yani Sanusi menghimbau kepada seluruh anggota DPD PPI jangan pernah takut selama kita benar, karena panglima tertinggi adalah hukum, salah jangan dibela, ada hal salah di kelautan maupun yang terjadi pada pelaut indonesia maka harus ditindak.

“Bila pemerintah Indonesia menginginkan agar Indonesia berjaya di kemaritimannya, maka hendaknya meningkatkan sumber daya kelautan dan memberdayakan SDM pelaut pada suatu lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Kepada pers, Andri Yani Sanusi mengatakan sejak ia merintis pembentukan PPI tak hanya kekerasan yang diterima oleh pelaut, namun sudah sampai kepada pengancaman nyawa.

“Namun makin besar PPI yang sudah memiliki anggota di 13 provinsi/DPW, 22 DPC alhamdulillah sekarang sudah nyaman dan intimidasi sudah tak ada lagi. Cara mengatasinya kami berpasrah pada Allah SWT,” ungkap Sanusi.

Lanjut Sanusi, pelaut mestinya wajib memiliki BPJS, namun banyak perusahaan kapal tidak mendaftarkan ABK nya ke BPJS. “Makanya kita undang BPJS ke pertemuan saat ini, agar mereka tahu, dan agar perusahaan kapal mendaftarkan ABK nya,” imbuhnya.

Sanusi mengatakan harapannya PPI ini bisa lebih besar lagi.

“Di laut kita jaya, di darat kita berkarya, di darat kita ada pekerjaan yang berfaedah untuk masyarakat, dan kedepannya pelaut dihargai di dunia menjadi kelas A, bukan kelas B lagi, contoh, masih banyak pelaut yang digaji 500.000 sampai 1,5 juta saja, dan sepertinya pemerintah tak mempedulikan, PPI memperjuangkan itu supaya gaji mereka lebih dari itu, saya undang pak gubernur dan instansi pemerintah, namun tak ada satupun yang datang, saya jauh-jauh dari Jakarta mengharapkan gubernur datang, beliau adalah pelaut yang kami anggap orang tua tapi beliau tak datang, semalam ada konfirmasi paling tidak akan mengirim perwakilannya, tapi nyatanya perwakilan itupun tak datang, disitu kami sangat kecewa, ini acara kedua kali acara di Batam, 2 kali juga beliau tak datang, ” tegas sanusi.

Dan menyinggung program kerja ke depannya, Sanusi mengatakan jangka pendeknya akan merekrut seluruh anggota pelaut di Indonesia bergabung dengan PPI, jangka panjangnya akan membentuk badan diklat, kampung inggris, dan mensejahterakan anggotanya.

Sanusi menambahkan ia meminta selain standarisasi gaji pelaut melebihi pekerja darat, juga pelaut diakui bertaraf internasional, baik dari segi bahasa, skill dan lainnya.

“Saya harapkan kehadiran seluruh pelaut yang ada di Indonesia, karena banyak mereka yang dizalimi, hak-haknya tidak dibayarkan, tidak dipulangkan dari luar negeri, kita dari PPI alhamdulillah sudah berhasil memulangkan puluhan TKI darat dan pelaut ke Indonesia dengan bantuan ibu Reno dan pemerintah, ITF tidak mampu memulangkan, kami PPI mampu memulangkan,” tegas Sanusi.

Ia juga meminta untuk dibahas oleh pemerintah tanggal khusus bagi pelaut, tidak hanya ada hari buruh saja.

“Saya rintis PPI tanggal 27 april 2016, Selama ini PPI sudah menyurati ke pemerintah tentang itu, namun masih belum ada tanggapan,” kata Sanusi. (dian)

Rangkaian seremonial pelantikan anggota PPI Kepri beberapa waktu lalu.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *