Home / Pendidikan / Kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden RI ke SMK Kartini Batam
Foto bersama tim watimpres RI dengan pihak SMK Kartini batam usai tinjauan sekolahnya

Kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden RI ke SMK Kartini Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas sekolah kejuruan pada khususnya demi tercapainya cita-cita generasi emas Indonesia yaitu tenaga siap pakai untuk dunia industri dari SDM lokal, tim pengumpulan Data dan Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI yang terdiri dari 3 personil yakni kepala biro data dan informasi sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden Drs. Kamarullah Halim, kepala bagian kesejahteraan rakyat, biro data dan informasi Drs. Untung Widodo, dan Kasubbag kelembagaan, ketenagakerjaan dan perumahan rakyat, bagian kesejahteraan rakyat, biro data dan informasi Agung Darmawan, SE, M.Bus, Econ (adv) memiliki jadwal berkunjung ke 3 SMK di kota Batam, antara lain SMKN 1, SMK Kartini Batam dan SMKN 2, selasa (7/2).

Sebelumnya tim watimpres mengunjungi SMKN 1, meninjau program-program sekolah SMK, kelulusan, prospek kelulusan siswa SMK dengan dunia industri, dan pukul 11.30 mereka tiba di SMK Kartini langsung ditemui oleh kepsek SMK Kartini Drs. Mujiono, wakasek Dev, serta beberapa guru SMK Kartini Batam.

Pada kesempatan tinjauan awal, Untung Widodo menanyakan seputar kelengkapan fasilitas bengkel otomotif sekolah kepada Dev, sedangkan Kamarullah berbincang mengenai program kejuruan kepada Mujiono. Dalam kesempatan berbincang di ruang pertemuan, Mujiono menjelaskan kepada tim watimpres tentang penerimaan siswa, rasio guru ajar dengan jumlah kapasitas siswa, pelatihan internal yayasan, kerjasama sekolah dengan perusahaan, serta menjelaskan bahwa saat ini sedang mencari sekolah aliansi, dan mengatakan pula bahwa tenaga asesor masih kurang.

Rangkaian pertemuan dan bincang SMK Kartini dengan tim watimpres seputar sekolah kejuruan

Fasilitas SMK lain diakui Mujiono masih mengalami kekurangan, pemerintah diminta lebih mengkoordinir suport ke sekolah terutama untuk yang swasta. Agung menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah ingin membangun lebih banyak sekolah kejuruan, namun kebijakan tersebut pun harus ada dasarnya.

Mujiono menimpali bahwa SMK saat ini masih minim dalam hal kuantiti, pendirian regulasi pemerintah juga tidak dijalankan, kalaupun jumlah SMK banyak, Mujiono mengharapkan suport dari pemerintah bisa merata, dan SMK memang harus tumbuh tidak hanya jumlah namun juga kualitasnya.

Biaya yang diperlukan lebih tinggi di SMK, itu karena adanya keperluan alat praktek, Mujiono mengakui jumlah alat praktek masih kurang, dan masih menggunakan alat yang lama, dikatakannya terakhir update alat di SMK Kartini tahun 2016, bantuan dari direktorat pun dibelanjakan ke peralatan yang sekiranya sekolah belum miliki.

Untuk tenaga pengajar, Dev menimpali seperti otomotif, SMK Kartini terkadang mendatangkan guru tamu dalam negeri seminggu 2 kali, bila ada produk baru dari satu perusahaan siswa akan dikirim ke perusahaan untuk mendapatkan pelatihan. Keunggulan SMK kartini lanjut laporan Mujiono kepada watimpres adalah di bidang akuntansi, namun di kejurusan lain pun juga diupayakan peningkatan kualitasnya.

Tim watimpres berbincang dengan siswa jurusan mesin SMK Kartini seputar harapan belajar di jurusan mesin, kelengkapan fasilitas sekolah, dll

Jo, salah satu guru SMK Kartini pun menimpali SMK Kartini sudah menjalin MoU dengan 115 perusahaan, dari magang hingga perekrutan tenaga kerja, mereka punya program BKK online untuk menyalurkan siswa ke perusahaan. “Kelulusan SMK kartini umumnya 60% pagi bekerja, malam kuliah, ” kata Jo.

Baca Juga  Kunjungan Dayeh University Taiwan ke SMK Kartini Batam

Menurut observasi di SMKN 1, Untung Widodo mengatakan umumnya siswa setelah lulus mereka melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Input siswa kita menempatkan pada proses, kedisiplinan siswa, peningkatan akademik baik teori maupun praktek, meningkatkan fasilitas, ketersediaan siswa lebih diprioritaskan, dalam hal perubahan kurikulum, hingga dalam hal permintaan terhadap tenaga sekretaris misalkan, lebih banyak diminta dari siswa akuntansi, jam sinkronisasi tambahan pelajaran bahasa terbatas, SMK mengalami kesulitan dalam penyesuaian kurikulum dari KTSP ke K-13 khususnya dalam hal pengadminitrasian, waktu habis hanya untuk revisi kurikulum,” terang Mujiono kepada tim watimpres.

Sekolah kejuruan diharapkan memang dikhususkan untuk upaya mendapatkan pekerjaan, Mujiono mengungkapkan banyak fakta di lapangan anak SMK meneruskan ke perguruan tinggi sedang anak SMA mencari kerja, sehingga yang perlu dirubah adalah mindset dari masyarakat dan anak didik dalam hal penentuan masuk sekolah setelah lulus sekolah menengah pertama.

Yang bisa merubah mindset itu timpal Kamarullah, adalah guru, pemerintah hanya regulasi kebijakan untuk menjadikan patokan kerja guru, perlu ada sosialisasi dari guru langsung ke masyarakat, lewat guru lah perubahan mindset tersebut bisa diberikan.

Kepada Hangtuah Pos usai pertemuan, Kamarullah mengatakan bahwa Senin (6/2) kemarin ia dan tim nya mendatangi dinas pendidikan kota Batam mengumpulkan para stake holder, SKPD, BLK, dan kepsek SMK sekota Batam untuk memberitahukan perihal rencana tinjauannya ke SMK di kota Batam.

Adapun dalam upaya menciptakan generasi emas, tenaga siap pakai dari SDM lokal, pemerintah mempunyai upaya peningkatan sekolah kejuruan 60% lebih banyak dibandingkan SMA. Representasinya kata Kamarullah, dari 34 provinsi di Indonesia harusnya ada 10 provinsi yang mempunyai fasilitas sekolah kejuruan namun faktanya masih 4 provinsi saja yang memiliki SMK, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Padang dan Batam karena keterbatasan anggaran pemerintah.

Untuk itulah tim watimpres mengunjungi batam demi pencapaian upaya memperbanyak sekolah kejuruan sehingga lebih banyak mencetak kuantiti SDM lokal berkualitas siap pakai untuk memenuhi kebutuhan industri di Batam.

Usai jumpa pers, Kamarullah dan timnya melanjutkan tinjauannya untuk melihat kelengkapan fasiltas SMK Kartini, mereka juga mendatangi beberapa siswa dari jurusan teknik mesin menanyakan harapan siswa, tujuan belajar di kejuruan teknik mesin, dan keluhan seputar fasilitas. Ditanya perbandingan fasilitas dengan SMK lainnya, Kamarullah menimpali itu semua tergantung dari kebutuhan sekolah tentang fasilitas tersebut, kalau bisa bersinergi antar sekolah. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *