Home / Politik / Gerakan Paraf Petisi Ganti “Kemerdekaan RI” Dengan “Kemerdekaan Bangsa Indonesia”

Gerakan Paraf Petisi Ganti “Kemerdekaan RI” Dengan “Kemerdekaan Bangsa Indonesia”

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam  Menindaklanjuti Gerakan Paraf Petisi Ganti Kemerdekaan RI dengan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang sudah dimulai sejak 17 agustus 2016 dimana digerakkan oleh organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI), yang secara nasional dipimpin oleh kyai Mochammad Muchtar Mukti – Jombang. Hingga per hari kamis (27/10), petisi sudah mencapai 1.236 pendukung di wilayah Jawa Timur, dan bersamaan dengan turunnya berita ini di wilayah Batam akan ikut pula dilancarkan ke instansi pemerintah dan tokoh LSM terkait.

Dikonfirmasi Hangtuah Pos jumat (28/10) terkait hal ini, Sorgana, ketua gerakan petisi kemerdekaan bangsa indonesia wilayah kepri mengatakan gerakan ini bermaksud untuk pemerintah mengganti istilah kemerdekaan RI menjadi kemerdekaan bangsa indonesia tanggal 17 agustus 1945, karena menjerumuskan dalam dosa politik, diasumsikan tidak sesuai dengan teks proklamasi yang menyinggung pemindahan kekuasaan di dalam teks tersebut, diatasnamakan “atas nama bangsa Indonesia”. “Oleh karena itu semestinya kemerdekaan itu dimaksudkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sorgana, ketua gerakan petisi wilayah kepri

5 dosa tersebut, lanjut sorgana antara lain, dosa pertama, 17 agustus 1945 adalah peristiwa tercetusnya kemerdekaan bangsa Indonesia, sedangkan negara RI didirikan tanggal 18 agustus 1945, ditandai dengan pancasila sebagai dasar negara dan pembukaan UUD 1945 serta dilantiknya Soekarno dan Muhammad Hatta sebagai presiden dan wapres pertama RI. Dosa kedua, dosa kepada bangsa indonesia, bangsa yang jelas-jelas merdeka dan diproklamirkan 17 agustus 1945 tidak disebutkan, justru diganti dengan RI. Dosa ketiga, dosa kepada NKRI, NKRI tidak pernah dijajah justru dipahami dan dikatakan merdeka dari penjajahan pada hari proklamasi itu, padahal yang dijajah bangsa Indonesia. Dosa ke empat, dosa besar politik kepada bapak bangsa, jerih payah mereka sebagai pemuka bangsa dalam merancang kemerdekaan bangsa Indonesia secara tersirat dikerdilkan. Dosa kelima, dosa besar terhadap pembukaan UUD 1945, pada akhir alinea ketiga dijelaskan “maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia” selama puluhan tahun rakyat Indonesia terjebak dalam istilah kemerdekaan RI, itu salah dan mengingkari sejarah, bahkan menyalahi konstitusi, semestinya adalah kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Dengan gerakan ini mewakili seluruh rakyat Indonesia untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia supaya tidak lagi digoncangkan dengan persoalan ideologi bangsa, negara dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan kami mengharap dukungan dari semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah maupun provinsi kepri. Di batam sudah ada 200-an pendukung secara online maupun tertulis, dan akan ditingkatkan lagi.

Gerakan ini sudah dimulai sejak 17 agustus 2016 lalu, pendukung sudah dari pulau Jawa dan Jakarta secara online dan tertulis. Media yang sudah mem-backup antara lain Jawa Pos, Malang Pos, Radar Jombang, dan Jatim Times. Dan pejabat yang sudah ikut menandatangani petisi yakni Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf,” kata Sorgana. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Bawaslu Tanjungpinang Mengamankan Empat Alat Peraga Kampanye

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilu Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan empat alat peraga kampanye yang dipasang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *