Home / Peristiwa / Aksi Damai Jilid 2 Tolak Kenaikan TDL
Aksi damai jilid 2 menolak kenaikan TDL di depan pemko Batam dan Graha Kepri.

Aksi Damai Jilid 2 Tolak Kenaikan TDL

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Aksi damai jilid 2 menolak kenaikan 45,4% tarif listrik Batam, jumat (17/3) lalu, berakhir dengan pembakaran keranda dan ban sebagai ungkapan kekecewaan masyarakat Batam karena tak bisa menemui walikota maupun gubernur.

Aksi yang dimulai pukul 14.00 tersebut merupakan lanjutan dari aksi damai pertama yang berlangsung senin (6/3) lalu. Puluhan aliansi mahasiswa, buruh, dan masyarakat yang tergabung dalam AMPLI (Aliansi Masyarakat Peduli Listrik) turun ke jalan dengan rute aksi pertama digelar di depan kantor pemerintah kota Batam.

Setelah sekitar 20 menit mereka berorasi di depan kantor pemko Batam menyuarakan aspirasi, beberapa perwakilan dari aliansi masyarakat dipersilakan masuk untuk memberikan masukan aspirasinya, dan hanya ditemui oleh asisten walikota, Firmansyah.

Beberapa saat perwakilan aliansi menyampaikan ingin bertemu dengan pak Rudi secara langsung, namun karena tak bisa, perwakilan aliansi tersebut pergi meninggalkan ruangan sebelum menyampaikan aspirasinya.

Kepada pers, Firman mengatakan pemerintah cukup tahu apa maksud dari aksi damai masyarakat tersebut, namun tidak serta merta bisa langsung menemui Rudi, harus ada jalur sesuai prosedur.

“Karena terpotong tadi, mereka belum sampai memberikan masukan aspirasinya, sebetulnya kami tahu apa yang jadi uneg-uneg mereka, ya kami akan sampaikan kepada pak Rudi sore ini (jumat 17/3 sore,red) bila beliau datang secepatnya akan kami sampaikan,” kata Firman.

Ditanya mengenai kenaikan TDL tersebut, firman menambahkan bahwa SK untuk kenaikan tersebut mereka pun belum mengetahuinya.

“Setelah dari walikota, nanti aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada gubernur,” imbuhnya.

Usai di depan kantor pemko Batam, para demonstran bergerak menuju Graha Kepri, setelah berorasi beberapa saat, mereka merangsek masuk, namun mereka dihadang oleh satuan polda tak bisa menemui gubernur.

Puluhan elemen aliansi masyarakat, mahasiswa dan buruh beraksi menolak kenaikan TDL.

Terakhir, sebagai bentuk kekecewaan mereka, para demonstran membakar keranda dan ban di depan Graha Kepri, dan bahkan berdoa dengan bahasa bahwa kepedulian pemerintah kota maupun daerah telah wafat.

Usai aksi, kepada pers, Said Abdullah, ketua AMPLI mengatakan bahwa sebenarnya ada pesan yang ingin mereka sampaikan kepada petinggi kota maupun daerah bahwa aksi ini merupakan warning, bahwa kebijakan mereka yang tidak berpihak kepada masyarakat pasti akan menimbulkan perlawanan.

“Kalau mereka tidak mendengarkan dan tetap meneruskan kebijakan yang tidak pro masyarakat, maka kami pastikan perlawanan ini akan lebih besar lagi dari sekarang, kami akan melakukan perlawanan baik gerakan massa maupun dalam bentuk gugatan kepada PTUN. Ini sudah menjadi komitmen seluruh elemen yang ada saat ini,” tegas Said.

Said mengatakan telah menyampaikan surat kepada gubernur tentang kenaikan TDL, namun pihak gubernur seolah menutup pintu komunikasi tentang hal itu. Mereka mengetahui masalah kenaikan tersebut bukan hanya lewat media, namun juga telah bertemu dengan pihak DPRD bahwa gubernur pun telah menyetujui kenaikan TDL tersebut, mereka mengetahuinya sebelum aksi damai jilid 1 6 maret lalu. Kedepannya said mengatakan akan mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.

“Bila pak gubernur tetap menyetujui kenaikan tersebut, kami akan bereaksi lagi,” tandas Said.

Di sela tinjauan waduk Sungai Gong kamis (23/3) lalu, Rudi mengatakan perihal kenaikan TDL, ia sudah menyurati gubernur agar tidak menaikkannya.

“Semua tidak langsung ya, butuh proses, saya sudah menyurati bapak gubernur, tinggal tunggu kabarnya bagaimana,” pungkasnya. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *