Home / Pendidikan / Agenda Dinas Pendidikan Kota Batam Menjelang PPDB 2017/2018
Foto bersama ketua baru dewan pendidikan kota Batam Sudirman Dianto dengan kadisdik kota Batam Muslim Bidin dan pengurus dewan pendidikan kota Batam.

Agenda Dinas Pendidikan Kota Batam Menjelang PPDB 2017/2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018, Dinas Pendidikan Kota Batam mulai berbenah guna meminimalisir kekisruhan yang terjadi di tahun lalu. Untuk itu, segenap SKPD Disdik Batam gelar agenda rapat pembahasan PPDB disdik dengan kepsek sekota Batam, rabu (24/5/17), bertempat di gedung Gurindam Disdik Batam. Dalam hal ini, rapat membahas tentang polemik 20% bina lingkungan, full day school, sisanya adalah silahturahmi antar SKPD dan para kepsek menjelang ramadhan.

Agenda disdik sebelumnya adalah gelaran pengukuhan dewan pendidikan kota Batam masa bhakti 2016-2021 yang dibarengi dengan pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FKB) kota Batam periode 2017-2021, yang di gelar di Vista Hotel, selasa (23/5/17), yang dikukuhkan langsung oleh Walikota Batam H. Muhammad Rudi, SE, MM.

Walikota Batam H. Muhammad Rudi, SE, MM ketika memberi sambutan di pengukuhan dewan pendidikan kota Batam.

Hadir selain walikota, adalah ketua DPD RI Hardi. S. Hood, DPRD kota Batam, MUI , kapolres, serta jajaran SKPD, OPD kota Batam. Untuk kepengurusan dewan pendidikan kota Batam tersebut beranggotakan 11 orang, meliputi ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan staf, dan dilantiknya Sudirman Dianto, sebagai ketua dewan pendidikan periode 2016-202.

Dalam hal pembahasan PPDB, kadisdik kota Batam Muslim Bidin kepada pers mengatakan 20% bina lingkungan tetap diberlakukan sesuai undang-undang yang berlaku, dan tetap akan diberlakukan setelah pendaftaran online selesai.

“Kita akan seleksi 20% itu, apalagi untuk sekolah unggulan, 10% anak tidak mampu, sisanya untuk yang berpestasi akademik dan non akademik, ini perlu komitmen kita bersama, masyarakat, pemerintah, orang tua murid, tadi juga membahas FDS, kita akan evaluasi kembali, kita jangan melaksanakan sesuatu yang tidak efektif, filosofi Full Day School bukan hanya sebatas libur sabtu, kita harus melihat apa konten FDS, jangan nanti anak-anak diisi dengan yang tidak-tidak tanpa ada juknis yang jelas, seperti Hinterland tak perlu adanya FDS, kan adanya FDS untuk masyarakat kota, bagi orang tua yang sibuk kerja sampai malam, anak-anaknya diberlakukan FDS sampai jam 3 sore, inilah konsep yang kita tawarkan, kita sudah memberi rambu-rambu tadi, kita akan evaluasi, kalau dirasa tidak efektif kita akan kembalikan ke sistem semula, KBM senin sampai sabtu, juga penggunaan ruang labor untuk FDS, akhirnya labor tidak berfungsi, yang harusnya dipakai untuk praktek komputer, dijadikan tempat FDS, mengenai seragam kita berikan kebebasan seluas-luasnya kepada orang tua murid, mau pakaian apa anaknya terserah, sehingga kepsek tidak menjadi bulan-bulanan terus, kalau sudah begitu nanti masyarakat akan merasakan sendiri bagaimana kalau sekolah tak ada seragam,” tegas Muslim.

Untuk dewan pendidikan, Muslim mengatakan mereka adalah mitra kerja dinas pendidikan, sehingga dalam hal-hal yang berkenaan dengan pendidikan, mereka sebagai mediator dinas pendidikan dan pemerintah kota untuk masyarakat.

“Mereka adalah mitra kerja walikota dan dinas pendidikan, mereka bekerja juga ada rambu-rambunya, bila ada masukan atau keluhan dari LSM atau masyarakat, mereka bisa memberikan informasi konsep pendidikan yang sebenarnya dan ranah mereka adalah kota,” kata Muslim. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *